Email : ditpenjamu@uny.ac.id
DPM UNY Gelar Sosialisasi Perubahan Regulasi dan Orientasi Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

.
Direktorat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Paparan Perubahan Regulasi dan Orientasi Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Hotel UNY. Acara yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan universitas, dekan dan wakil dekan, direktur, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Dalam sambutannya, Direktur Direktorat Penjaminan Mutu UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa UNY perlu melakukan penyesuaian terhadap dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang termuat dalam Peraturan Rektor UNY Nomor 8 Tahun 2025. Orientasi mutu saat ini bergeser dari sekadar pemenuhan standar nasional menuju pendidikan tinggi yang berdampak (impact-oriented), diferensiasi misi perguruan tinggi, serta keselarasan dengan praktik internasional seperti AQAF, ESG, dan ISO 21001.
Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, siklus SPMI yang wajib diterapkan terdiri atas lima tahap, yaitu Penetapan Standar, Pelaksanaan Standar, Evaluasi Pemenuhan Standar dengan penekanan pada evidence-based, Pengendalian, dan Peningkatan Standar. Dokumen SPMI UNY perlu merefleksikan kelima tahap ini secara eksplisit dengan penekanan pada keterukuran capaian mutu. Sejumlah rekomendasi strategis dihasilkan dari kegiatan ini, antara lain penyesuaian regulasi pada dokumen SPMI UNY, integrasi aspek nonakademik, penataan pengelompokan standar, pengembangan sistem informasi berbasis dashboard mutu, penguatan manajemen risiko, serta penyelarasan dengan standar internasional untuk mendukung visi UNY sebagai universitas kependidikan tingkat dunia. Pelaporan implementasi SPMI dilakukan secara berkala melalui laman yang disediakan Kementerian dan diverifikasi oleh LLDikti. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi UNY untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
