Asesmen Lapangan S1 Pendidikan Luar Biasa FIP UNY Teguhkan Komitmen Mutu dan Akreditasi Unggul

.

Yogyakarta – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Direktorat Penjaminan Mutu (DPM) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) pada Selasa s.d. Rabu, 2 s.d. 3 Juni 2026 di Ruang Moh. Amin Lantai 3 FIP UNY. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penjaminan mutu eksternal sekaligus penguatan komitmen program studi dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas akademik.

Asesmen Lapangan menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Marlina, M.Si. dari Universitas Negeri Padang dan Prof. Dr. Bastiana, M.Si. dari Universitas Negeri Makassar. Pelaksanaan asesmen dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas dan Fakultas, Wakil Rektor, Direktur Direktorat Penjaminan Mutu, Pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan, Unit Penjaminan Mutu, serta tim taskforce Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya dukungan institusional terhadap proses akreditasi dan budaya mutu di lingkungan UNY.

Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa sendiri saat ini telah meraih peringkat akreditasi Unggul dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 575 orang, IPK rata-rata lulusan 3,63, serta rata-rata masa studi 4,4 tahun. Data tersebut menjadi indikator capaian akademik dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di program studi.

Dalam proses asesmen, tim asesor melakukan telaah terhadap berbagai data dukung dan kinerja program studi. S1 Pendidikan Luar Biasa memiliki kekuatan pada sumber daya dosen yang solid dengan 24 dosen tetap program studi (DTPS), termasuk tujuh guru besar serta sejumlah lektor kepala dan lektor yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara optimal.

Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah keunggulan strategis program studi. Dari aspek tata kelola, capaian kerja sama tridarma melampaui target fakultas hingga 220 persen dan jejaring internasional terus berkembang, khususnya di kawasan ASEAN. Dari sisi mahasiswa, proses seleksi dinilai akuntabel dan transparan, didukung layanan akademik, konseling, teknologi informasi, hingga pusat layanan disabilitas yang memfasilitasi kebutuhan mahasiswa secara inklusif.

Pada bidang pendidikan, Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa juga menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dievaluasi secara berkala serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni, sekolah luar biasa, hingga dunia usaha dan dunia industri. Pendekatan ini memperkuat relevansi kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan asesmen lapangan ini, UNY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memastikan Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa mampu menjaga capaian unggul sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.