Asesmen Lapangan S3 Pendidikan Seni FBSB UNY Perkuat Komitmen Menuju Akreditasi Unggul

.

YogyakartaUniversitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Penjaminan Mutu (DPM) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S3 Pendidikan Seni Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) pada Rabu (20/5/2026) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat UNY Lantai 2 Sayap Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses akreditasi program studi untuk memastikan mutu penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Mulyanto, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret dan Prof. Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn. dari Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan didampingi oleh Dr. Syukrul Hamdi, M.Pd. dan Dr. Nirmala Adhi Yoga Pembayun, M.Pd. selaku pendamping asesmen lapangan dari Direktorat Penjaminan Mutu UNY.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, fakultas, dan unit penjaminan mutu, di antaranya wakil rektor, Direktur Direktorat Penjaminan Mutu, pimpinan FBSB, tim penjaminan mutu, serta task force Program Studi S3 Pendidikan Seni. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan mutu akademik dan keberhasilan akreditasi program studi.

Dalam asesmen ini, Program Studi S3 Pendidikan Seni memaparkan berbagai capaian dan kesiapan akreditasi. Program studi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Kun Setyaning Astuti, M.Pd. saat ini memiliki 23 mahasiswa aktif dan didukung oleh 8 dosen tetap program studi (DTPS) seluruhnya bergelar Guru Besar, menunjukkan kekuatan sumber daya akademik yang sangat memadai untuk pendidikan doktoral di bidang seni.

Paparan program studi menyoroti sejumlah keunggulan pada berbagai kriteria akreditasi. Dari aspek visi keilmuan, S3 Pendidikan Seni memiliki visi yang khas, visioner, dan berorientasi internasional dengan landasan nilai budaya lokal dan nasional. Posisi UNY di Daerah Istimewa Yogyakarta dipandang strategis dalam pengembangan pendidikan seni berbasis budaya dan living heritage. Sosialisasi visi dilakukan melalui berbagai media, mulai dari rapat, kuliah umum, website, hingga media sosial untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika dan pemangku kepentingan.

Pada aspek tata pamong dan tata kelola, FBSB dinilai telah menjalankan prinsip good governance melalui sistem perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pelaporan yang terdokumentasi dengan baik serta selaras dengan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Meski demikian, asesmen juga mencatat perlunya optimalisasi pemanfaatan data evaluasi, penguatan koordinasi lintas unit, serta peningkatan integrasi sistem informasi dan tindak lanjut monitoring evaluasi.

Dari sisi mahasiswa, program studi menunjukkan komitmen tinggi terhadap layanan akademik, perlindungan mahasiswa, dan pengembangan prestasi. Seleksi mahasiswa dilakukan secara transparan dan akuntabel, sementara layanan akademik, kesehatan, teknologi informasi, hingga perlindungan dari perundungan dan intoleransi telah tersedia dengan baik. Evaluasi kepuasan mahasiswa juga menunjukkan hasil positif dengan mayoritas responden menyatakan layanan berada pada kategori baik hingga sangat baik.

Keunggulan lain terlihat pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi S3 Pendidikan Seni aktif memperoleh pendanaan penelitian nasional maupun internasional, termasuk skema Erasmus dan hibah DIKTI, serta melibatkan lebih dari 75 persen mahasiswa dalam aktivitas penelitian dan pengabdian. Jejaring internasional dan produktivitas tridharma ini menjadi modal penting dalam memperkuat reputasi akademik program studi.

Asesmen lapangan tidak hanya menjadi tahapan administratif dalam akreditasi, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan budaya mutu secara berkelanjutan. Melalui evaluasi yang komprehensif dan tindak lanjut yang terukur, Program Studi S3 Pendidikan Seni diharapkan semakin mantap mewujudkan pendidikan doktoral yang unggul, inovatif, dan bereputasi internasional.