Pelatihan PEKERTI Dosen ISI Yogyakarta Kelas E: Menguatkan Kompetensi Pembelajaran Kreatif Berbasis Seni Secara Daring

.

Pusat Instruksional dan Sumber Belajar (PISB) Direktorat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26–30 Januari 2024 secara daring dan diikuti oleh 22 dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang tergabung dalam Kelas E.

Pelatihan PEKERTI merupakan program strategis yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik dosen, khususnya dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan mampu mengembangkan praktik pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan mahasiswa.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan para narasumber yang sangat profesional dan berpengalaman di bidangnya. Para narasumber tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga pengalaman praktis dalam pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi. Dengan pendekatan interaktif dan inspiratif, para narasumber mendorong peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, serta mengembangkan ide-ide inovatif dalam pembelajaran.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang komprehensif dan terstruktur dalam lima belas topik utama, yaitu Pendahuluan: PEKERTI untuk Dosen Perguruan Tinggi, Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Kurikulum Perguruan Tinggi, Sertifikasi Dosen dan Pengembangan Karier, Keprofesionalan Berkelanjutan, Teori Belajar dan Motivasi, Model-model dan Metode Pembelajaran, Pendidikan Orang Dewasa, Media Pembelajaran, Analisis Capaian Pembelajaran, Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran, Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Keterampilan Dasar Membelajarkan, Penyusunan Perangkat Pembelajaran, serta diakhiri dengan Simulasi Mengajar.

Keunikan pelatihan ini terletak pada penyampaian materi yang kontekstual dan selaras dengan karakteristik ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi berbasis seni. Berbagai contoh, studi kasus, dan praktik pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan unsur kreativitas, estetika, dan ekspresi artistik, sehingga peserta mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan dengan bidang seni yang ditekuni.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti simulasi mengajar yang menjadi ruang praktik untuk mengimplementasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana refleksi dan penguatan kompetensi melalui umpan balik konstruktif dari narasumber dan sesama peserta.

Melalui pelaksanaan Pelatihan PEKERTI ini, diharapkan dosen ISI Yogyakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berkualitas, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. (Endang)